Senin, 26 Februari 2018

Nonton Konser Sheila on 7 Lagi

Hei...  Februari 2018!
Saya mau nulis lagi, di blog kesayangan ini... :D
Suatu saat pengen nulis di sebuah buku yang diterbitkan oleh percetakan. Suatu impian yang masih terus saya tata dan kumpulkan. Apa yang dikumpulkan?, heh!. Semangatnya pastinya!. Semangat untuk mengumpulkan "mut" (baca: motivasi) kemudian menggapai impian itu yang sampai saat ini masih berserakan tak menentu. Kalau dipikir-pikir seperti mau buat skripsi lagi, hehe... Ternyata baru saya sadari, pengalaman membuat skripsi itu bakalan ada dan digunakan.

Ok, kali ini saya akan membagikan cerita tentang musik lagi. Saya dulu pernah nulis tentang musik dan band favorit di blog ini, bagi yang belum baca silahkan cek. Band favorit saya sampai sekarang masih sama dan masih saya ikuti sampai detik ini, mereka adalah Sheila on 7 dan The Rain. Meski sebenarnya masih ada juga band-band lain yang jadi favorit hati ini, tapi yang dua itu selalu menjadi idola yang teratas dalam daftar list band favorit saya. 

Kemarin Sabtu, 17 Februari 2018 di GOR UNY, secara kebetulan atau memang oleh panitia penyelenggara even sengaja dibuat demikian, Sheila on 7 konser satu panggung dengan The Rain, meski waktunya bergantian. Tapi paling tidak Sheila on 7 bisa konser bareng dengan The Rain. Makanya, sejak pertama kali ada informasi konser itu saya langsung putuskan takkan melewatkannya. Oya, konser Sheila on 7 di GOR UNY kemarin menjadi konser keempat di tempat yang sama yang pernah saya tonton, dan keempat konsernya itu saya tonton secara berturut-turut dari tahun 2015, 2016, 2017, & 2018. Hebat bukan....hahaha... biasa saja sih sebenarnya. Apesnya dari 2015 - 2018, saya tak pernah bawa pacar. (Gimana mau bawa pacar?,, 7_7... sudahlah). Dan tambah apes lagi kemarin pas konser, Pak Duta vokalisnya S07 juga sempat bilang,"Siapa yang nonton konser kali ini masih sendiri/ jomblo." Hahaha.... jane sik jomblo ki ora gur aku wingi ki, tapi seumuran aku sik iseh jomblo ki ora akeh, masalahe kui...hik..hik (baca: sebenarnya yang jomblo itu kemarin bukan hanya saya saja, tapi seumuran saya yang masih jomblo itu ya tidak banyak, itulah masalahnya). Wah malah curhat ini...haha...

Kembali ke topik pembicaraan.
Ada cerita lain yang seru selama nonton konser kemarin. Berbekal pengalaman konser di tahun 2017 lalu. Pada konser kemarin saya sengaja membawa kamera DSLR (baca: hanya kamera pinjaman) untuk mengabadikan personil band-band favorit. Meskipun sebenarnya ada catatan dalam konser, "Tidak diperbolehkan membawa barang-barang tertentu salah satunya kamera DSLR." Tapi berbekal pengalaman kecerdikan saudara sepupu saya di konser tahun 2017 lalu, akhirnya kamera tersebut bisa dibawa masuk tanpa hambatan. Bagaimana caranya?, heh... itu rahasia.
Berikut ini beberapa foto yang sempat saya ambil pas konser kemarin.
Gambar 1 - Dokumen pribadi 

Gambar 2 - Dokumen pribadi
Ada yang tahu atau kenal dengan dua orang difoto tersebut?
Yang kenal pasti juga penggemarnya Sheila on 7 dan The Rain atau mungkin penggemar gitaris Indonesia khususnya Jogja. hehe...
Akhirnya kesampaian juga nonton konsernya dua band asal Jogja tersebut, tapi sayang lagi-lagi konser kemarin seperti kurang lama, bahkan cenderung lebih singkat dibandingkan dengan konser-konser sebelumnya. Tapi tak masalah, karena bisa nonton konser dua band ini sudah sangat membahagiakan. Tinggal satu hal yang ingin saya kejar, yaitu punya album gitar dari gitaris-gitaris Jogja- termasuk dua orang difoto tersebut. Album fisiknya bukan file MP3nya, karena kalau MP3nya saya juga sudah punya. Kemarin belum lama cari di aplikasi Spotify, dan ternyata ada. Jadi bisalah sedikit mengobati rasa penasaran tentang musik-musik di album gitaris Jogja tersebut.

Kembali ke kamera! Perjuangan untuk mengambil foto kedua orang tersebut ternyata tidaklah mudah. Maklum saya bukanlah orang yang mahir pakai kamera, khususnya kamera DSLR. Banyak foto-foto yang saya ambil kemarin terlalu gelap atau terlalu terang atau blur karena goyangan. Hehe... dua foto di atas adalah beberapa foto yang hasilnya lumayanlah.

Sekian cerita saya tentang nonton konser dua band favorit dan apa yang saya lakukan selama konser kemarin. Pada intinya ini merupakan kegiatan hiburan yang saya lakukan di luar rutinitas pekerjaan. Sekedar hiburan dari rutinitas yang kadang melelahkan dan menguras fisik ataupun pikiran. Konser berikutnya nonton lagi tidak ya?, tunggu saja besok, lihat kondisi dulu. 
Sekian dan terimakasih.
BD

Kamis, 30 November 2017

Kegiatan di Hari Guru - 25 November 2017

Hai...
Sudah akhir November, sebentar lagi Desember. Siap-siap merayakan Natal ya, bagi yang merayakannya.
Saya nongol lagi ni.
Kali ini saya mau berbagi cerita kegiatan yang dilakukan bersama teman-teman guru, dihari guru tepatnya hari Sabtu, 25 November 2017 yang lalu.
Sudah tiga tahun saya menjadi guru, dimulai sejak tahun ajaran baru 2014/2015 sampai sekarang. Berarti kemarin tanggal 25 November 2017 adalah perayaan hari guru yang keempat bagi saya. Tapi, entah kenapa perayaan hari guru yang terakhir kemarin begitu berbeda dari sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya saya merasa biasa saja saat perayaan hari guru. Tapi tahun ini seperti ada sesuatu yang lain. Mungkin tiga tahun yang lalu saya masih terlalu muda (muda..?, tenanne?) untuk mengerti dan memahami sosok guru yang ku jalani ini. 

Tahun ini memasuki tahun ketiga saya mengajar di SMP. Kegiatan rutin guru-guru di SMP setiap hari guru, bukan ikut senam seperti kebanyakan guru-guru di sekolah lain di kabupaten ini. Tapi kami mengunjungi/ sowan/ silaturahmi ke guru-guru yang sudah pensiun. Di sana kami sengaja berkenalan, menengok kondisi kesehatan, dan yang paling penting meminta nasihat-nasihat untuk menjalani pekerjaan ini sampai seperti mereka, yaitu sampai pensiun. Meminta nasihat supaya bisa terus semangat menjalani pekerjaan ini sampai batas usia yang sudah ditetapkan. Intinya itu saja. 

Pada kegiatan yang singkat tersebut saya mendapatkan pelajaran dan nasihat yang sangat penting dan pasti akan saya coba jalankan meski diri ini rapuh. Guru pensiun tersebut masih sehat, suami istri yang menjalani sisa hidup berdua dengan ceria, dan bahagia kelihatannya. Dan saya merasa bukan hanya tampilannya saja, tapi hati mereka tetap bahagia (semoga saya bisa seperti kaliyan ya...hehe). Apalagi ketika melihat kami datang ke rumah mereka, jelas terpancar bahagia di raut wajah dan sinar matanya. Seperti mau menjelaskan pada kami, "Siapakah kami ini sampai kalian datang berkunjung." Saat ditanya, "Pesan-pesan dan nasihat apa yang bisa Bapak dan Ibu berikan pada kami?" Awalnya mereka seperti bingung mau memberi pesan apa, berpikir sejenak kemudian memberi petuah pada kami. Bergetar hatiku saat melihat sedikit kebingungan mereka. Bergetar karena, saya yakin mereka juga seorang guru yang rapuh tapi berhati lembut. Apalagi setelah muncul nasihat-nasihat dari bibir mereka, bukan hanya getar hati lagi yang kurasakan tapi bendungan kelopak mata yang mesti kujaga kuat (baca: mencoba tegar) agar air mata ini tak tumpah meleleh ke pipi...hehehe. Rapuh tetapi dipanggil, kemudian menerima penggilan itu dan menjalani dengan sepenuh hati. Itulah gambaran yang kupetik dari guru pensiunan tersebut.

Dua nasihat singkat dan penting dari mereka. 
Pertama, "Jadi guru tidak perlu neko-neko (baca: aneh-aneh) yang paling penting adalah tindakan. Sedikit bicara tapi banyak berbuat. Karena, contoh atau teladan lebih berguna dan mengena bagi para siswa."
Kedua, "Bimbinglah mereka (baca: anak-anak) dengan sepenuh hati seperti layaknya anakmu. Tetep sabar dalam membimbing dan jangan lupa berdoa, serahkan segalanya kepada Tuhan. Biarlah semuanya Tuhan yang mengatur dan membantu. Kita tetap berusaha sebaik mungkin."

Kedua pesan itu begitu membekas sampai sekarang dan yang paling penting bisa menjalaninya. Tuhan dampingi saya untuk menjalaninya dengan sabar, tabah, dan selalu denganMu. Satu hal lain lagi yang membuat hatiku bergetar adalah saat menjadi wali kelas, dikirimi ucapan selamat hari guru dari para siswa dan orang tua siswa. Begitu menguatkan, "Terimakasih ya untuk semuanya, tanpa perlu saya sebutkan satu-satu. Semuanya begitu menyejukkanku dan semoga terus memotivasiku untuk terus menjalani pekerjaan ini."
Setelah selesai kunjungan itu, diperjalanan pulang sambil berdendang lagu Hymne Guru, dan berucap dihati, "Seperti ini toh rasanya jadi guru." Hehehe....
Ok sekian dulu ya.
Semoga tulisan ini menjadi berkat bagi semua.
BD.

Jumat, 06 Oktober 2017

Bahagia itu...

Hai... semua...
Hai Oktober...
Hai tahun 2017.... ups sudah mau akhir tahun!!!
Aku kembali rindu nulis di blog ini, maaf sudah lama tidak muncul. Kali ini aku mau berbagi sesuatu hal yang bisa membuatku merasa bahagia dan nyaman, meski hanya berasal dari hal-hal yang kecil dan sering diabaikan. Tapi melalui sesuatu yang nampak kecil dan terlupakan itu setidaknya aku masih punya setitik harapan untuk mengobarkan api semangat dalam diri ini. Tulisan ini sudah cukup lama aku tulis, tapi baru sempat aku bagi sekarang. Nikmatilah....




Bahagia itu ....

Bahagia itu ketika aku bisa mengoreksi ulangan para siswa tepat waktu

Bahagia itu ketika aku bisa membacakan hasil ulangan siswa dan melihat ekspresi mereka

Bahagia itu ketika mendengar siswaku berkata, "Pak kok gak ngajar di kelasku.!"

Bahagia itu ketika bisa mengajar dengan jelas dan tetap tersenyum di tengah kerapuhanku sebagai seorang guru

Bahagia itu ketika aku masih semangat berangkat pagi untuk mengajar

Bahagia itu ketika aku punya uang sendiri hasil kerjaku 

Bahagia itu ketika aku bisa sedikit menabung di tengah gajiku yang tidak besar... hik...hik..
(Wahai Presiden kami yang baru... kamu harus dengar suara ini...., malah ngopo.e hehehe..., :D)

Bahagia itu ketika aku pada akhirnya bisa menjadi guru tanpa memikirkan besarnya gaji 
(tenanne?)

Bahagia itu ketika aku masih punya teman-teman seperjuangan dikala menggunungnya pekerjaan



Bahagia itu ketika aku masih punya kedua orang tua 
(Pak, Buk, aku sungguh bahagia lho, tenanan iki!)

Bahagia itu ketika aku masih diberi hidup sampai saat ini

Bahagia itu ketika aku berhenti berdoa tapi Tuhan tidak berhenti memberi berkat padaku
(Matur nuwun sedayanipun Gusti...)

Bahagia itu ketika aku jatuh, Tuhan masih menerimaku

Heheheheh....
Tuhan aku bahagia dengan hal-hal kecil ini

Yang sering ku lupakan dan kuhiraukan

Terimakasih untuk semua yang telah Kau beri


Selama aku masih punya harapan untuk tetap menyalakan api semangat dalam diri ini, selama itu pula aku masih semangat untuk hidup. Dan aku tak mau melewatkan hal-hal kecil yang menyalakanku itu berlalu begitu saja. Tuhan tetap jadikan aku pribadi yang peka terhadap sekelilingku.
Berkah Dalem.


Minggu, 19 Maret 2017

Hanya Berbagi Hal yang Lain dan Lainnya Lagi... :D


Hei... hei...
Huhuhu... hehehe...
Sudah lama tidak ada tulisan lagi... sekarang saya muncul. Biasa penyakit lama kambuh lagi.
Kali ini saya mau berbagi tentang hobi lain dari diri ini. Sudah mendengarkan lagu di atas belum???,
Ada yang tahu lagu itu?, atau baru kali ini mendengarnya?, mungkin kalian belum lahir waktu itu? (buat yang baru lahir di tahun 2002 ke atas) hahaha... nah ketahuan lagi kalau penulisnya sudah mulai tua.

Yup, itu salah saatu lagunya The Rain, terdapat di album pertama dan pastinya saya punya album itu, hehehe... ini band favorit setelah Sheila on7, huhuhu... Saya koleksi album pertama sampai ketiga mereka, setelah itu macet. Meski begitu tetap mengikuti musik-musiknya sampai sekarang. Tetapi sedikit bernasip sama dengan band favorit Sheila on7, saya belum pernah nonton langsung band The Rain ini. hik...hik...hik.

Kemarin malam minggu, 18 Maret 2017, ada konsernya The Rain di Jogja tercinta, tapi karena ada acara barengan gagal deh rencana nonton langsungnya. Yo wis sesuk meneh!! (baca: ya sudah besuk lagi!!). Pasti akan ada kesempatan lagi, yakin!!, sebelum benar-benar ketuaan hahaha.
Akhir-akhir ini saya juga lagi senang mendengarkan lagu-lagunya si The Rain. Saat berangkat kerja, karena ada tugas harus berangkat subuh sekitar jam setengah 6 pagi. Sesekali naik motor sambil mendengarkan lagu-lagunya The Rain. Ternyata asyik juga berdendang sambil naik motor, hui...hui...hui... (warning: jangan ditiru ya, itu berbahaya!!!, kecuali didampingi oleh para ahli...hehehe). Meski sebenarnya berbahaya, itu hanya untuk hiburan di jalan saja kok, yang penting jangan keseringan dan tidak lupa tetap fokus di jalan. 

Salah satu lagu yang memang tidak ada video klipnya tapi salah satu lagu yang juga saya sukai. Setiap mendengarkan lagu-lagu di album pertama sampai ketiga, hati dan ingatan ini selalu terbawa ke masa muda... hehe.... ketahuan lagi umurnya. Hanya mengingat masa muda saja, tapi saya harus terus melangkah ke depan, hanya bernostalgia dengan lagu-lagu di jaman muda saja, yak hanya itu saja.
Lagu itu sebenarnya sedikit sedih, tapi saya gak mau bersedih-sedih saat mendengar lagu itu, sekali lagi hanya suka mengingat masa muda saja setiap mendengar lagi itu. Lagu itu menceritakan bahwa tidak bisa memiliki seseorang yang disayang, tapi saya tidak mau memikirkan seberat itu hahaha... Saya tetap tak mau terlalu menyesali masa lalu saya, karena saya percaya dengan masa depan. Akan tiba saatnya nanti. Masa lalu tetap adalah masa lalu, tak akan pernah kembali. Hal-hal masa lalu yang tidak pernah bisa dimiliki dan dicapai itu bukanlah kegagalan total, karena menurut saya kegagalan apa pun di masa lalu pasti akan membuat pengalaman bagi hidup kita ke depan. Jadi tidak semua hal yang negatif itu akan selalu bernilai negatif pasti ada sisi positifnya. Dan saya juga mau yakin satu hal, "Jika Tuhan belum menjawab doamu itu karena Dia sedang mengujimu untuk bersabar." Tuhan punya rencanannya sendiri dan yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Dia.
yeahhhh....... aku mau percaya itu!

Saat mendengarkan lagu itu saya juga sering berandai-andai suatu saat nanti bisa main gitar sambil menyanyikan lagu itu...hehe... pengen banget entah kapan. Meski kemarin sempat juga gitaran sambil nyanyi di depan kelas di hadapan para murid membawakan salah satu lagunya The Rain, tapi masih gak pas sana-sini hehehe. Pengen terus belajar gitar supaya lebih mahir gitarnya. Karena, sampai saat ini saya belum benar-benar mahir main gitarnya. hehe... Pengen juga bisa menyanyikan lagu-lagu Sheila on7, entah itu dengan band ataupun akustikan... hahaha... semoga.
Yak, ini hanya sedikit berbagi cerita tentang hobi saya yang lain dan lainnya lagi.
Besok hari senin, saya juga akan berangkat subuh... siap-siap mendengarkan lagu-lagu kesayangan untuk hiburan...hehe

Sekian. Selamat menjalankan hobimu... dan menikmatinya.
GBU.

Rabu, 04 Januari 2017

Belajar Menulis di Blog yang Lain

Sudah tahun 2017 ya...!!
Hehe huh... ternyata waktu memang terus berjalan tidak hanya diam ditempat. Bagaimana dengan resolusi di tahun 2016?, Apakah sudah tercapai?, Atau malah di akhir tahun 2016 lupa dengan resolusi awal tahunnya...hehe... itu mungkin saya, atau pembaca juga demikian?. Yak, kadang-kadang karena tidak benar-benar mengaplikasikan resolusi atau hanya sekedar resolusi tanpa tindakan akhirnya lama-kelamaan pasti akan terlupakan/ dilupakan. Bisa juga karena, tertutup dengan masalah yang lain atau karena malah fokus dengan masalah baru. Huh... itulah hidup, pasti ada kegagalan. Yang pasti jika sudah membuat resolusi di awal tahun baru ini, mulai dari sekarang fokus dengan apa yang ingin kalian capai, selanjutkan perjuangankan dengan tulus hati dan penuh semangat supaya resolusi baru ini tidak menguap lagi dan hilang terlupakan. Mari sama-sama belajar karena, saya juga masih belajar dan tentu saja terus akan belajar.

Ok, sudah lama ya saya tidak menulis lagi diblog ini, ada yang kangen dengan cerita atau sharing-sharing dari saya tidak?, Semoga ada (ngarep :D). Hehe... terakhir saya menulis diblog ini pada bulan September tahun lalu. Entah mengapa lagi-lagi penyakit lama kambuh. Penyakit seorang penulis amatiran seperti saya yaitu malas. Meskipun saya belum sempat menulis lagi tetapi saya tetap sesekali melihat dan mengunjungi blog ini. Belum ada klik untuk membuat tulisan saja hingga akhirnya tulisan baru belum nongol

Eitt... tetapi jangan salah sangka juga saya terlalu malas untuk menulis lagi, ada sisi lain dari diri ini yang ternyata berkeinginan menulis ditempat lain. Dan keinginan itu akhirnya terwujud, saya mulai menulis diblog yang lain, yaitu diblognya kompas. Tepatnya di kompasiana. Mau tahu blog saya yang satunya itu. Nih, saya beri alamatnya: http://www.kompasiana.com/thomas_enggar/. Silahkan dikunjungi dan dibaca-baca tulisan saya diblog kompasiana itu ya. Tulisan saya diblog itu lebih serius...hehe, karena, di sana adalah tempat kumpulan penulis-penulis yang memang ingin nulis dan ingin tulisannya dibaca oleh orang. Dan jika menulis di sana pasti akan dibaca oleh orang. 

Saya rasa tulisan saya kali ini hanya sekedar promosi kepada pembaca ataupun pengunjung bahwa saya punya blog lain selain blog ini. Memang belum banyak tulisannya tapi saya akan mencoba menambah daftar tulisan saya. Tunggu saja. Enaknya menulis diblog kompasiana, yaitu tulisan kita benar-benar akan dibaca oleh orang dan pastinya akan dikomentari. Lain halnya menulis diblog pribadi google ini, mungkin memang dibaca tetapi belum tentu dikomentari oleh orang lain karena, pengunjungnya memang orang bebas dari berbagai macam penelusur internet. Mau nulis, ayo cobalah! Bingung mau nulis apa! Tulis saja apa yang ada dipikiran kalian. Hehe... semoga saya tidak seperti orang yang sok-sok'an sudah ahli nulis, karena saya juga baru dan masih belajar... hanya menuliskan apa yang memang benar adanya saja. Jika kalian setuju dan tertarik lakukanlah. Sip. Selamat mampir diblog saya yang lain, dan selamat menulis yang mau menulis. 
Semangat!!!. 
Yang pasti saya ingin terus menulis, semoga tidak malas lagi atau minimal tidak vakum nulis selama bertahun-tahun. Hehe... yang jelas menulis itu membuat hati ini nyaman karena, bisa sharing-sharing atau berbagi sesuatu hal baik yang ada di pikiran maupun di hati. Dan yang paling membuat senang jika tulisan kita bisa menginspirasi orang lain.
GBU.

Jumat, 02 September 2016

Kemana Semangatku?

September 2016...
Sayang sekali tulisan saya di akhir bulan Juli 2016 gagal saya bagikan. Sebenarnya sudah selesai nulis, sudah sempat terpublikasikan, tapi entah kenapa sewaktu saya mau edit tiba-tiba ada virus aneh yang mengganggu dan langsung menghapus tulisan saya. Karena sedikit panik dan capek menulis, malah salah menekan tombol simpan dan akhirnya tulisan yang sudah dibuat tidak jadi ke save. Sungguh sial, sejak saat itu malah malas nulis lagi... hehe... dan kini semangat itu muncul lagi..yeah.. langung saja tak saya sia-siakan....

Mungkin tulisan kali ini ada sedikit campuran ataupun gabungan serpihan-serpihan tulisan yang gagal terpublikasikan kemarin.

Ada kutipan tulisan yang mau saya bagi,...
"Hadiah terbesar yang dapat diberkan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak elang itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama, anak-anak elang itu mengganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, anda tidak akan menjadi seseorang yang sejati." (Antonius Budi Hermawan. Sambutan Presiden BEMU. Insadha 2008. Yogyakarta: USD, hlm. 9).

Sesaat pertama kali membuka buka insadha 2008 (baca: buku ospek kampus USD), entah kenapa saya begitu tertarik dengan kutipan kalimat di atas. Waktu itu saya memang bukanlah seseorang yang punya PEDE yang besar hehe... bahkan mungkin sampai sekarang juga masih. Jadi, saat pertama kali memasuki kampus yang saya cari pertama kali adalah sebuah motivasi. Motivasi kenapa saya mesti masuk kampus tersebut, kenapa saya memilih jurusan yang kini akhirnya menjadi profesi yang saya geluti, dsb. Saya perlu penyemangat untuk berani keluar dari lembeknya diri ini. Saya perlu penyemangat untuk berani merangkai mimpi masa depan.

Dan kini saya sudah bekerja pada profesi yang saya pilih saat pertama kali memasuki kampus tercinta tersebut. Mimpi ini telah menjadi kenyataan. Ketakutan yang saya rasakan saat mau memilih profesi ini pertama kali kini telah berhasil saya taklukkan. Meski belum semua mimpi tercapai dan belum semua ketakutan benar-benar saya taklukkan, tapi setidaknya saya sudah melangkah dan bekerja pada profesi ini sampai sejauh ini... terimakasih Tuhan.

Yang saya takutkan sekarang adalah, "Apakah semangat ini masih sama seperti waktu itu, semangat untuk keluar dari zona aman dan untuk melompat lebih tinggi lagi?,, Apakah masih ada semangat untuk mengejar mimpi-mimpi yang masih belum tercapai atau padamkan saja semangat itu dan berhenti saja?."

Haha...
Hidup... benar-benar akan terus berjalan...

Saat saya kembali membuka buku Insadha 2008 itu, saya hanya ingin mengingat masa lalu dan semangat-semangatnya di sana. Karena, entah kenapa akhir-akhir ini saya merasa semangat waktu itu mulai memudar. Saya benar-benar takut semangat itu akan menghilang dari diri ini. Dan lewat berbagi coretan-coretan ini saya hanya ingin semangat itu kembali lagi.

Tuhan benarkah Engkau masih mengamatiku?
Supaya aku tidak terjatuh saat belajar terbang ini
Tuhan apakah Engkau akan menolongku?
Saat aku terjatuh saat belajar terbang ini
hehe...
Ternyata aku tahu
Semangat ini ku rasakan mulai memudar
Karena, aku mencoba menjauh dariMu
Haha
Aku mulai mengandalkan kekuatanku sendiri lagi

Raih tanganku Tuhan
Supaya aku tidak benar-benar terjatuh
Supaya aku kembali lagi kepadaMu
dan Semangat ini muncul lagi


Senin, 20 Juni 2016

Berbagi Foto-foto Hasil Jepretan Kamera Lubang Jarum

Bulan Mei kemarin saya pernah cerita tentang percobaan kamera lubang jarum, dan foto-foto hasil jepretan kamera lubang jarum akan saya bagi di blog ini. Yap... kali ini saya akan menepati janji tersebut.

Foto-foto ini diambil oleh para siswa kelas VIII di sekolah swasta tempat saya mengajar, di daerah Kalasan, Sleman. Oya saya hampir lupa berterimakasih kepada komunitas KLJ Jogja. Terimakasih banyak KLJ Jogja, yang sudah banyak membantu, khususnya membantu dalam mengajar saya untuk menjelaskan, Apa itu kamera lubang jarum, Bagaimana cara memotret dengan kamera lubang jarum, Bagaimana cara mencuci foto hasil jepretan kamera lubang jarum, dan masih banyak lagi bantuan dari KLJ Jogja. Karena merekalah percobaan kamera lubang jarum di sekolah saya berhasil.`Semula ada beberapa siswa yang meragukan apakah bisa memotret menggunakan sebuah kaleng yang diberi lubang kecil, sekecil jarum. Dan berkat bantuan dari KLJ Jogja tersebut akhirnya siswa di sekolah saya banyak yang semakin percaya dan bersemangat. Yeah.... 

Foto-foto hasil jepretan menggunakan kamera lubang jarum harus dijadikan positif... supaya terlihat lebih jelas, sebelumnya hasil jepretan dengan kamera lubang jarum adalah foto negatif. Foto negatif tersebut belum jelas dan bisa dijadikan foto positif dengan cara discan kemudian diedit di photoshop. Saya akan menampilkan foto-foto negatif dan foto-foto positifnya supaya pengunjung bisa semakin jelas.

Ini adalah foto-foto negatif hasil jepretan siswa kelas VIII, di sekolah saya...

Foto - Negatif 1
Foto - Negatif 2
Foto - Negatif 3
Foto - Negatif 4
Foto - Negatif 5
Foto - Negatif 6
Foto - Negatif 7

Gimana... foto-fotonya... belum terlalu jelas ya... karena itu adalah foto negatif. Foto tersebut harus diubah ke positif supaya lebih jelas. Foto negatif sama dengan foto yang masih di klise (yang mau dicetak di studio foto).

Nah di bawah ini foto-foto positifnya...

Foto - Positif 1
Foto - Positif 2
Foto - Positif 3
Foto - Positif 4
Foto - Positif 5
Foto - Positif 6
Foto - Positif 7

Bagaimana sekarang sudah mendingan jelaskan. Memang tidak sejelas dan sebagus kamera HP, Digital, apalagi kamera DSLR. Tetapi proses cara membuat kamera lubang jarum, kemudian proses mengambil gambar, proses mencuci foto di kamar gelap, dan terakhir proses mengubah foto negatif menjadikan foto positif, rasanya lebih menyenangkan dan memuaskan jika dibandingkan dengan memotret menggunakan kamera HP, Digital, ataupun kamera DSLR. Coba deh kalau tidak  percaya... kalau belum dicoba kalian tidak akan pernah tahu. Kata orang-orang di komunitas KLJ Jogja, "Salam lima jari!", yang berarti kamera ini adalah kamera hasil karya sendiri. 

Selama percobaan kamera lubang jarum ini saya mengalami banyak kegagalan lho.. Sebelum mengajak para siswa mempraktekkan langsung dengan kamera lubang jarum, sebenarnya saya sudah pernah mencoba beberapa kali membuat kamera lubang jarum di rumah. Tetapi untuk di rumah saya sengaja membuat kamera lubang jarum dengan menggunakan roll film (klise), perbedaannya hasil akhir fotonya nanti akan berwarna. Kalau hasil foto percobaan dengan para siswa menggunakan kertas film khusus (namanya kertas merit), dan hasilnya adalah foto hitam putih. Hasilnya, percobaan pertama lumayan meski hanya beberapa foto yang berhasil tercetak...hehe.... dan tidak jelas. Percobaan pertama ini saya lakukan saat terjadi gerhana matahari bulan Maret kemarin. Percobaan kedua saya lakukan saat mendaki gunung Sumbing bersama teman-teman kampung. Saya sengaja membuat kamera lubang jarum dan akan mengabadikan keindahan gunung Sumbing dengan kamera lubang jarum. Tetapi sayang seribu sayang, hasilnya gagal total, tidak ada foto yang jelas....hehe. Hal itu bisa terjadi karena, foto-foto hasil jepretan kamera lubang jarum harus dibuka di kamar gelap, sedangkan kemarin untuk percobaan saya di rumah malah dibuka di kamar biasa... sehingga banyak foto yang terbakar...haha.

Untuk percobaan kamera lubang jarum menggunakan kertas film memang belum saya coba di rumah, tetapi saya akan mencobanya dalam waktu dekat ini. Rencana, besok kalau mendaki gunung lagi saya akan mempersiapkan dan membuat kembali kamera lubang jarum supaya keinginan mengabadikan keindahan mendaki gunung bisa saya abadikan menggunakan kamera buatan sendiri. hehe... tunggu saja...

Haha... sekian berbagi pengalaman saya tentang percobaan membuat kamera lubang jarum baik sendiri maupun bersama para siswa di sekolah. Khusus untuk di sekolah, kegiatan percobaan ini akan saya lakukan rutin setiap tahunnya, supaya para siswa benar-benar tahu bahwa fisika itu pelajaran yang menyenangkan, bukan hanya pelajaran yang dipenuhi oleh rumus-rumus dan angka-angka saja tetapi ada percobaan-percobaan yang seru, mengasyikkan, dan menyenangkan. Percayalah, saya hanya ingin kalian semua senang mengikuti pelajaran fisika ini, karena jika kalian bahagia maka saya pun akan bahagia.

Terimakasih Tuhan, untuk bantuannya dan untuk kiriman malaikat-malaikat kecil yang selalu membantuku.